Tidak semua media diciptakan untuk menyenangkan semua orang. TerangRaya adalah salah satunya. Sejak awal, media ini tidak pernah menjanjikan kenyamanan, apalagi memanjakan pembaca. Yang ditawarkan adalah kejujuran—dan kejujuran sering kali tidak enak dibaca.
Di era ketika banyak orang ingin membaca berita yang menenangkan, TerangRaya justru sering membuat pembaca gelisah. Kata-katanya kadang keras, sudut pandangnya tegas, dan nadanya tidak selalu ramah. Bagi pembaca yang ingin disuapi kabar manis tanpa gangguan pikiran, TerangRaya memang bukan tempat yang tepat.
Bersuara tanpa takut berarti siap menanggung konsekuensi. TerangRaya memahami bahwa kritik tidak selalu disambut tepuk tangan. Ada yang tersinggung, ada yang marah, ada pula yang memilih pergi. Tapi media yang takut kehilangan pembaca justru berisiko kehilangan integritasnya.
Pembaca manja adalah mereka yang ingin dibenarkan terus-menerus. Yang tidak mau dipertanyakan, tidak mau diganggu keyakinannya, dan tidak mau dihadapkan pada fakta yang bertentangan dengan rasa nyaman. TerangRaya menolak tunduk pada selera semacam itu. Karena fungsi media bukan untuk mengelus, melainkan untuk menggugah.
Banyak tulisan TerangRaya lahir dari kegelisahan sehari-hari: di warung kopi, di teras rumah, di antrean, di jalanan. Dari situ muncul suara yang jujur, kadang kasar, tapi nyata. Bukan suara menara gading, melainkan suara orang biasa yang muak dengan kepura-puraan.
TerangRaya percaya bahwa pembaca bukan anak kecil yang harus selalu diperlakukan halus. Pembaca adalah individu dewasa yang mampu berpikir, mencerna, dan—jika perlu—tidak setuju. Ketidaksetujuan itu sehat. Yang tidak sehat adalah media yang takut memicu diskusi karena khawatir kehilangan kenyamanan.
Jika Anda mencari bacaan Berita Lingkungan yang selalu membuat merasa benar, TerangRaya mungkin akan terasa menyebalkan. Tapi jika Anda mencari media yang berani berkata apa adanya, meski risikonya besar, maka Anda berada di tempat yang tepat. TerangRaya tidak cocok untuk pembaca manja—dan itu bukan kekurangan, melainkan pilihan sadar.
